Gadis 21 tahun itu mengaku tidak memiliki firasat apa pun mengenai hilangnya Dean. Bahkan pada Jumat 6 Februari malam, sehari sebelum kebakaran melanda Marysville, Victoria, Australia, Dean masih meneleponnya.
"Jumat malam itu dia nelepon saya, kami ngobrol biasa saja," kata mahasiswi Universitas Tarumanegara yang akrab disapa Vina itu kepada detikcom, Kamis (12/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya cuma bilang, mungkin liburannya terlalu lama, jadi pas mau balik ke Melbourne rada susah," katanya.
Perbincangan Jumat malam itu rupanya menjadi percakapan terakhir sebelum Dean hilang. Sabtu 7 Februari, pesan pendek yang dikirim Vina ke ponsel Dean tidak terkirim.
"SMS saya sudang pending, saya kirim pukul 17.00 WIB," kata Vina yang sudah menjalin kasih dengan Dean selama 4 tahun ini.
Karena tak kunjung terkirim, Vina pun makin gusar. Hingga Minggu 8 Februari, Dean belum juga memberi kabar.
"Akhirnya saya dengar kabar dari kakaknya Rudi di Melbourne, katanya mereka sudah 2 hari tidak pulang," kata Vina sedih. (ken/nrl)











































