Kepala Seksi Wilayah III, BKSDA Jambi, Nurasman mengungkapkan hal itu saat dihubungi detikcom, Kamis (12/02/1009) di Jambi. Dia menjelaskan, bahwa harimau yang berhasil mereka tangkap dengan memasang perangkap itu merupakan jenis jantan dewasa.
Perangkap itu dipasang di sekitar Desa Sei Gelam, Kecamatan Sei Gelam Kabupaten Muara Jambi, Jambi. Pemasangan perangkap harimau ini, karena sepekan yang lalu, dua orang warga yang bekerja sebagai pencari kayu di hutan dimangsa harimau sumatera. Korbannya itu adalah antara bapak dan anaknya tewas diganyang.
"Dua orang yang menjadi korban dimangsa harimau itu, selama ini kita duga merupakan warga yang bekerja mencari kayu di hutan. Keduanya tewas mengenaskan,” kata Nurasman.
Untuk menghindari korban lainnya, pihak BKSDA Jambi, lantas memasang perangkap di desa tersebut. Pemasangan ini juga guna menghindari konflik antara manusia dengan harimau. Namun demikian pihak BKSDA tidak dapat memastikan apakah harimau sumatera yang masuk perangkap itu harimau yang memangsa manusia.
"Kini harimau itu kita titipkan di kebun binatang di Jambi. Nantinya harimau ini akan kita lepas kembali ke kawasan Taman Nasional Berbak," kata Nurasman.
Pihak BKSDA memperkirakan, harimau yang berkeliaran di Kecamatan Sei Gelam itu berasal dari kawasan Taman Nasional Berbak. Hal itu dimungkinkan, karena jarak antara kawasan taman dengan desa tersebut sangat berdekatan. "Karena itu kita memperkirakan harimau itu berasal dari kawasan taman," kata Nurasman.
Sementara itu, dokter hewan Wisnu yang menangani harimau tersebut menyebut, bahwa harimau yang masuk perangkap itu mengalami luka di bagian kepalanya. Hal itu bisa terjadi dikarenakan harimau tersebut berusaha untuk keluar dari perangkap.
"Saat ini harimau itu menjadi tontonan warga di dalam kebun binatang. Tapi luka yang dikepala itu tidak terlalu mengkhawatirkan," kata Wisnu.
(cha/djo)











































