"Selama ini, tidak ada firasat apa pun. Waktu mengantar di Bandara Juanda, saya juga tidak ada firasat apa-apa," kata So Dju Tju saat ditemui detikcom di rumahnya di Surabaya, Kamis (12/2/2009).
Saat diwawancara, So Dju Tju yang didampingi suaminya, Sandi Satria Lesmana Tan, tampak tabah. Rumah keluarga Dean, berlantai dua dan terlihat sederhana yang terletak di sebuah perumahan menengah di kawasan Darmo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat diantar keluarganya di Bandara Juanda, Dean berjanji menelepon orangtuanya di Surabaya segera setibanya di Melbourne. "Dan pada malam hari jam 21.30 WIB, Dean menelepon ke rumah. Saya tidak bisa bicara karena suara saya habis. Akhirnya Doni (adik Dean) yang menerima telepon itu," kata So Dju Tju. Saat telepon, Dean memberikan kabar bahwa dirinya sudah tiba di Melbourne dengan selamat.
Di Melbourne, Dean yang kelahiran Samarinda, 19 Desember 1982 itu, kuliah di William Angliss Institute of TAFE, jurusan Commercial Cookery. Dia tinggal bersama adik sepupunya, Wisnu, di 88 Park St Unit 22, South Melbourne.
Keberadaan Dean hingga saat ini masih belum diketahui. Diduga dia bersama Rudi, mahasiswa Indonesia lainnya di Melbourne, menjadi korban ganasnya kebakaran semak-semak di Victoria. Pada Sabtu (7/2/2009), Dean bersama Rudi berencana ke Victoria untuk berlibur. (asy/nrl)










































