Menurut Dian Islamiati Fatwa, reporter Radio Australia, Marysville adalah kota kecil berpenduduk 600 orang. Jarak tiap rumah sangat jauh. "Satu rumah di Plasa Indonesia, rumah tetangganya di Monas," Dian mengibaratkan.
Musibah kebakaran bushfire di Marysville terjadi pada Sabtu 7 Februari, bertepatan dengan kepergian Rudi dan Dean Lesmana ke kota wisata itu. Banyak warga di kota itu yang menelepon emergency 112 atau pun 000 dengan panik.
Suara-suara orang di telepon itu beberapa kali diperdengarkan di televisi setempat. Suara panik yang menyanyat hati.
"Terdengar suara-suara seperti orang mau sekarat. Mereka mengabarkan api telah di hadapan mereka. Mereka bilang I love you, I love you," cerita Dian yang menetap di Melbourne, ibukota negara bagian Victoria, pada detikcom.
Api yang membara sangat cepat merambat karena angin yang berhembus sangat kencang, mencapai 120 km/jam. Sedangkan kecepatan rambat api 20 km/jam. Api juga sangat sulit diprediksi arahnya.
Menurut Dian, ada kisah seorang penelepon emergency yang sudah "berpamitan" karena api telah ada di depannya sehingga tak ada kesempatan untuk menghindar. Tapi apa yang terjadi kemudian? Api tiba-tiba berbalik arah, tidak jadi menyergap orang tersebut. Api pergi ke arah yang lain dan selamatlah orang tersebut. (nrl/ken)











































