Penampakan pertama terlihat di sepanjang Semanggi-Cawang (Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono). Kerusakan jalan dari aspal yang mengelupas hingga berlubang.
"Baru dua bulan ditembel, kok sudah terkelupas lagi ya," ujar Anton (35) tukang ojek yang mangkal di samping Hollywood KC kepada detikcom, Kamis (12/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hati-hati Mas, hampir tiap hari ada yang jatuh," kata Joko (32) yang juga seorang tukang ojek.
Selain jalur Semanggi-Cawang, kerusakan juga nampak di Cawang-Rawamangun. Di beberapa titik jalan yang berada di bawah jembatan layang ini mengalami kerusakan parah di jalur lambatnya.
"Kalau hujan sih tak kelihatan karena tertutup air. Tapi kalau sudah kering, baru ketahuan," ujar Prambudi (25) warga Pondok Gede yang terbiasa melewati jalur tersebut.
Di selatan Jakarta, kerusakan terjadi di sepanjang Mampang Prapatan. Kondisi terparah terlihat di perempatan Duren Tiga yang aspalnya terkelupas berlobang hingga 25 cm.
"Kalau malam banyak sepeda motor yang oleng sampai ada yang jatuh karena jalannya lurus hingga memacu kendaraaan kencang. Tapi tiba-tiba masuk ke lobang jalan," kisah Putranto (24) tukang ojek di kawasan Duren Tiga. (asp/nwk)











































