"Untuk penderita DBD paling tinggi di Kecamatan Pasar Minggu,"kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Selatan Togi Asman Sinaga saat dihubungi detikcom, Rabu (11/2/2009).
Togi mengatakan, di urutan kedua, DBD ditempati oleh Kecamatan Kebayoran Lama sebanyak 96 kasus, kemudian disusul oleh Jagakarsa sebanyak 93 kasus, Cilandak 92 kasus dan Pancoran 89 kasus serta Tebet 83 kasus. Untuk Mampang Prapatan tercatat 62 kasus, Kebayoran Baru 57 kasus, Setiabudi sebanyak 50 kasus dan Pesanggrahan 36 kasus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai upaya pun dilakukan oleh Sudin Kesmas Jaksel untuk menekan angka penyakit yang mematikan ini. Dengan memberdayakan para Jumantik (Juru Pemantau Jentik), Sudin Kesmas Jaksel menggalang upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (SPN) kepada warga.
"Setiap RT satu orang Jumantik. Di Jaksel ada 1.200 orang Jumantik. Dengan cara 3M yakni menutup tempat-tempat penampungan air, menguras bak mandi minimal seminggu sekali dan mengubur barang-barang bekas, diharapkan bisa menekan angka tersebut," jelasnya.
Untuk lintas sektoral sendiri, dilibatkan pula Korwil (Koordinator Wilayah) untuk memantau setiap kelurahan. Untuk satu wilayah kelurahan, dikoordinir oleh 1 pejabat wilayah.
Selain dengan melakukan SPN, upaya lain dalam menekan angka DBD ini adalah dengan fogging atau pengasapan. Fogging merupakan upaya respons cepat untuk membunuh nyamuk demam berdarah.
"Kita lakukan 2x24 jam untuk daerah yang ada kasus,"tutupnya. (mei/nrl)











































