Bayi malang tersebut selama ini dirawat tim dokter RSUD Abdul Wahab Syachranie, Samarinda. Keputusan merujuk ke RS dr Sutomo diambil setelah tim dokter melakukan pertemuan internal yang membahas perkembangan kondisi bayi tersebut.
Selama 3 hari ini, bayi malang tersebut menjalani perawatan Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Hasil pemeriksaan menunjukkan selain memiliki 2 pasang kaki dan 2 pasang tangan, bayi itu juga memiliki jantung berbeda, 2 pasang paru-paru, 2 buah liver dan 2 pasang ginjal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurliana menambahkan, bayi tersebut saat ini menjalani pemeriksaan fungsi jantung di ruang Echocardiografi. Dilihat sepintas, lanjut Nurliana, pendempetan dari dada hingga perut memang membutuhkan keahlian khusus berupa pemisahan tulang dada (thoraks). Penanganannya pun membutuhkan dokter spesialis ahli pembuluh darah.
"Sejak awal perawatan di RSUD AW Syachranie, kami seringkali berkonsultasi ke Dr Sutomo Surabaya. Untuk ahli bedah thoraks, di Kaltim memang belum punya. Untuk itu perlu dirujuk ke Surabaya," ujar Nurliana.
Nurliana juga mengatakan, biaya perawatan bayi ini di RS dr Sutomo akan ditanggung Pemkot Bontang. Namun demikian, Nurliana belum bisa memastikan kapan bayi itu akan diterbangkan ke Surabaya. Pihak RS masih perlu melakukan pembicaraan dengan orang tua bayi.
"Kita tunggu saja hasilnya. Yang jelas, kami saat ini tengah mempersiapkan semua kelengkapan persyaratan rujukan yang diminta RS dr Sutomo," pungkas Nurliana.
Bayi kembar siam ini lahir di Bontang pada Minggu 8 Februari lalu. Bayi dengan berat 3,7 kilogram tersebut adalah buah pernikahan Dono Warsito (30) dan Munirowati (27), warga Jl Tanjung Pura RT 12 Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan. (djo/djo)











































