Oleh pengadilan setempat, wanita asal Ommaney Brisbane, Australia, itu dikenai tujuh dakwaan termasuk dua dakwaan percobaan pembunuhan. Demikian seperti dilansir News.com.au, Rabu (11/2/2009).
Di persidangan terungkap, wanita berusia 39 tahun itu tertekan menyusul perpisahannya dengan pasangan hidupmua. Pada 27 Januari lalu, wanita yang tidak disebutkan namanya itu, memberikan minuman yang sudah dimasuki obat-obatan pereda rasa sakit dalam jumlah yang tidak diketahui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita itu kemudian mengikuti putri bungsunya ke lantai atas dan menaruh bantal di atas wajahnya. Dia sempat menekan bantal tersebut ke wajah putrinya selama beberapa saat. Namun kemudian wanita itu menghentikan aksinya.
Dia kemudian membawa kedua putrinya ke restoran cepat saji McDonald's untuk membeli minuman. Setelah itu dia kembali ke rumahnya untuk menelepon polisi.
Wanita itu pun dibawa ke unit kesehatan jiwa Rumah Sakit Princess Alexandra. Di rumah sakit itu, wanita tersebut mengaku sedang merencanakan untuk membakar keluarganya. Polisi kemudian menemukan sebuah kaleng minyak di tempat tidur wanita itu.
Sidang lanjutan kasus wanita tersebut akan digelar 24 Maret. Menunggu persidangan tersebut, hakim setuju untuk memberikan pembebasan dengan jaminan. Namun dengan syarat wanita itu harus terus menjalani pengobatan kejiwaan. Dia juga dilarang melakukan kontak dengan anak-anaknya.
(ita/nrl)











































