Hal itu disampaikan Kementerian Dalam Negeri Inggris dalam suratnya kepada Wilders, terkait kebijakan mencekal politisi anti-Islam itu. Surat tersebut dikirim melalui kurir dari Kedubes Inggris di Den Haag, Selasa (10/2/2009).
"Kementerian Dalam Negeri berpendapat bahwa pernyataan-pernyataan Anda mengenai muslim dan keyakinan agamanya, seperti dinyatakan dalam film Fitna, bisa mengancam harmoni dalam masyarakat dan oleh karena itu juga mengancam keamanan umum," demikian bunyi teks.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum Wilders, seorang politikus Israel yakni Moshe Feiglin juga sudah merasakan kebijakan baru tersebut. Feiglin dicekal masuk ke Inggris karena tulisannya yang melecehkan Islam. Selain mereka juga sudah banyak penceramah muslim dicekal masuk ke Inggris.
(es/es)










































