"Itu setelah tim dokter melakukan observasi terhadap bayi tersebut selama 24 jam,'' kata juru bicara RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda dr Nurliana Adriati Noor kepada wartawan di kantornya, Selasa
(10/2/2009).
Berat badan awal bayi ketika dilahirkan Minggu 8 Februari 2009 lalu adalah 3,7 kg. Agar berat badan tidak terus menurun,tim dokter yang salah satunya terdiri dari spesialis ahli anak memberikan nutrisi yang diperlukan bayi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sehat,tim dokter belum memastikan untuk melakukan operasi bedah pemisahan badan keduanya.
"Kami ekstra hati-hati. Karena yang pasti banyak terdapat pembuluh darah akibat pendempetan badan," ujar Nurliana.
Saat ini,tim dokter RSUD Abdul Wahab Syachranie terus terus berkomunikasi dengan ahli pembuluh darah RS Dr Sutomo Surabaya,Jawa Timur.
Nurliana menegaskan,sejauh ini belum ada pembicaraan pada tim dokter mengenai kemungkinan bayi kembar siam tersebut dirujuk ke Surabaya.
"Secara peralatan medis yang dimiliki memadai untuk melakukan operasi.Mengenai operasi akan dilakukan di sini dengan mendatangkan dokter lainnya dari Surabaya atau dikirim ke Surabaya,belum dibicarakan," terang Nurliana.
Seperti diberitakan sebelumnya,bayi kembar siam pasangan Dono Warsito (30) dan Munirowati (27),lahir di RSUD Taman Husada Bontang, Kaltim.
Bayi kembar siam tersebut lahir dengan kelainan pendempetan dada hingga
perut dan berada di ruang inkubator untuk menstabilkan suhu badan.
"Rabu (11/02/2009) besok,kita lakukan pemeriksaan fungsi jantung,''imbuh Nurliana. (nwk/nwk)











































