Demikian Duta Besar RI di Moskow Hamid Awaluddin seperti disampaikan Pelasana Fungsi Pensosbud M. Aji Surya kepada detikcom, Senin petang (9/2/2009) waktu Eropa Tengah.
Menurut Dubes Hamid, kedatangan Sigit Budiarto ke Rusia sangat kental dengan nuansa diplomasi. Setidaknya ada empat alasan dasar yang melatarbelakanginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan keempat, kegiatan ini akan memicu semangat atlet muda Indonesia untuk tetap bersemangat karena mereka sangat dibutuhkan," ujar Hamid.
Dikatakannya bahwa Sigit bukanlah target akhir dari sebuah diplomasi olahraga. Sebab dari dikenalnya Sigit di Rusia, maka akan muncul multiplier effects yang menguntungkan Indonesia. Hal ini bisa dalam bentuk aneka produk maupun citra yang baik.
"Selain itu, siapa tahu kita suatu ketika butuh pelatih atletik Rusia yang memang kesohor itu," tandas Hamid.
Bagi Hamid, mendatangkan Sigit bukan puncak dari pekerjaan diplomasi shuttlecock KBRI Moskow, sebab permintaan Rusia kini bertambah. โMereka minta tambahan satu pelatih yang juga sparring partner. Inilah yang membuat pekerjaan saya tidak pernah selesai,โ ujarnya mengakhiri pembicaraan.
(es/es)











































