TNI AL Mengeluh Kekurangan BBM

TNI AL Mengeluh Kekurangan BBM

- detikNews
Selasa, 10 Feb 2009 14:23 WIB
TNI AL Mengeluh Kekurangan BBM
Jakarta - TNI AL mengeluhkan kekurangan Bahan Bakar Minyak (BBM). Setiap triwulan, TNI AL mendapat jatah Rp 90 miliar, jumlah ini hanya cukup untuk operasional 8 hari.

"TNI AL terpaksa memfokuskan pada pengamanan di perbatasan dan intelijen," ujar KSAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno di sela-sela acara silaturahmi KSAL dengan mantan KSAL di Wisma Elang Laut, Jl Diponegoro, Jakarta, Selasa (10/2/2009).

Kekurangan BBM ini sangat terasa terutama jika ada operasi dadakan seperti SAR dan bencana alam. TNI AL mengaku seringkali Pertamina enggan memberikan bantuan BBM. "Masa ada orang teriak-teriak minta tolong di laut kita malah sibuk koordinasi," ungkap Tedjo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tedjo menambahkan saat ini TNI masih terkendala utang sebesar Rp 4,2 triliun pada Pertamina. Ia pun meminta pemerintah mempertimbangkan utang ini.

"Kita telah mengamankan aset-aset negara. Itu jumlahnya lebih dari Rp 12 triliun," katanya.

Selain itu ia pun mengeluhkan pemberian BBM dalam bentuk rupiah bukan quantum. Menurutnya harga BBM yang harus dibayar oleh TNI adalah harga BBM industri tanpa subsidi.

"Kalau ada operasi bantuan untuk bencana alam, hutangnya juga dibebankan pada kita," pungkasnya. Β 

(rdf/nrl)


Berita Terkait