"TNI AL terpaksa memfokuskan pada pengamanan di perbatasan dan intelijen," ujar KSAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno di sela-sela acara silaturahmi KSAL dengan mantan KSAL di Wisma Elang Laut, Jl Diponegoro, Jakarta, Selasa (10/2/2009).
Kekurangan BBM ini sangat terasa terutama jika ada operasi dadakan seperti SAR dan bencana alam. TNI AL mengaku seringkali Pertamina enggan memberikan bantuan BBM. "Masa ada orang teriak-teriak minta tolong di laut kita malah sibuk koordinasi," ungkap Tedjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita telah mengamankan aset-aset negara. Itu jumlahnya lebih dari Rp 12 triliun," katanya.
Selain itu ia pun mengeluhkan pemberian BBM dalam bentuk rupiah bukan quantum. Menurutnya harga BBM yang harus dibayar oleh TNI adalah harga BBM industri tanpa subsidi.
"Kalau ada operasi bantuan untuk bencana alam, hutangnya juga dibebankan pada kita," pungkasnya. Β
(rdf/nrl)











































