"Kalau ingin menghentikan pertempuran di Gaza, seharusnya Hamas yang terlebih dahulu menahan roketnya ke Israel. Kami mendesak Hamas mencegah serangan roketnya ke Israel," kata Menteri Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris Bill Rammell.
Rammell menyatakan itu di kantor Centre for Dialogue and Coorporation among Civilization (CDCC), Jl Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2009).
Menurut Rammell, meskipun Israel memiliki hak mempertahankan diri terhadap serangan roket Hamas, tetapi berkewajiban untuk memenuhi kewajiban kemanusiaan internasional pada saat mempertahankan diri. "Respon militer Israel tidak proporsional," katanya.
Mendengar pernyataan Bill tersebut, Ketua PP Muhammdiyah Din Syamsudin mengatakan, pemerintah Inggris memiliki dua sikap yang bertolak belakang. Di satu sisi mencegah Israel tapi di sisi lain, juga menyalahkan Hamas. Padangan Inggris berbeda dengan pandangan sebagian muslim dunia termasuk Indonesia.
"Meskipun demikian, semua sesuatu yang penting berawal dari niat baik. Diharapkan dapat mencari solusi seperti tujuan kedatangan mereka (Inggris)," kata pria lulusan S2 di Amerika Serikat ini. (gus/iy)











































