"Bisakah kita membayangkan Timur Tengah jika saja Bhinneka Tunggal Ika menjadi prinsip yang dianut? Bagaimana semua orang Israel dan Palestina tidak sekadar mengakui perbedaannya, tetapi juga memikirkan perdamaian bersama," ujar Bill Rammell saat memberikan kuliah umum soal politik luar negeri Inggris di Kantor CDCC, Jl Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2009).
Menurut Rammell, Inggris dan Indonesia adalah dua negara demokrasi yang sangat dinamis. "Kedua negara kita merupakan negara yang memiliki pandangan yang jauh ke depan," puji Rammell.
Rammell juga menyebut, Indonesia merupakan masyarakat multibudaya, agama, yang mayoritas masyarakatnya menghargai hak-hak kaum minoritas.
"Oleh karena itu, kami ingin mengajak Indonesia untuk bersama-sama mencari solusi terbaik terkait permasalahan Jalur Gaza," kata Rammell. (anw/nrl)











































