Pemusnahan ayam tersebut dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Kelautan Kabupaten Badung di Dusun Sibang, Desa Jagapati Abiansemal, Kabupaten Badung, Selasa (10/2/2009.
Ayam yang dimusnahkan tersebut milik warga yang dikumpulkan oleh petugas serta diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya. Beberapa ayam ada yang ditangkap dengan cara ditembak petugas. Ayam yang diduga terjangkit virus flu burung ini dimusnahkan dengan dibakar di depan pura desa setempat.
Pemusnahan ratusan ayam ini diawali dengan penemuan 15 ekor milik warga yang mati mendadak. Dari hasil tes cepat atau rapid test, dua ekor ayam yang mati mendadak tersebut dinyatakan positif terjangkit virus H5N1.
"Berdasarkan hasil tes itulah kita melakukan pemusnahan ayam di desa ini," kata Kepada Dinas
Peternakan dan Kelautan Badung Made Badra di lokasi pemusnahan ayam.
Badra mengatakan penularan virus flu burung ayam jenis aduan di desa tersebut diduga berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Pasalnya, ayam aduan di desa ini berasal dari Banyuwangi. Untuk mengantisipasi merebaknya kembali wabah flu burung, pihaknya telah menutup lintas perdagangan ayam masuk ke Bali.
Selain itu, seorang anak bernama PT (19) juga diduga terjangkit flu burung. Ia tengah menjalani perawatan dengan pengawasan ketat di rumahnya. PT telah diberikan tamiflu oleh petugas.
(gds/djo)











































