Demikian data kerusakan yang disampaikan Kepala Dinas Kesejahteraan Buleleng Bagiada, Selasa (10/2/2009). Kerusakan parah terjadi di lima kecamatan yaitu Kecamatan Kubutambahan, Sawan, Buleleng, Banjar, Seririt.
Rinciannya, di Kecamatan Kubutambahan kerusakan terjadi di Desa Bungkulan dan Kubutambahan. Terdapat 9 rumah rusak berat, 112 rumah rusak ringan serta 137 rumah jaring hancur. Di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan sebanyak 22 rumah rusak berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Kesejahteraan Buleleng Bagiada mengatakan kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 360 juta. "Hitungan ini hanya dari kerugian akibat bencana ombak besar yang terjadi di wilayah Buleleng bagian timur," kata Bagiada saat dihubungi via telepon.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng bakal merelokasi warga nelayan yang rumahnya rusak diterjang ombak ke tempat yang lebih aman. Relokasi rumah nelayan merupakan alternatif efektif untuk mencegah korban rumah nelayan hancur ketika terjadi gelombang pasang.
Relokasi rumah nelayan akan diawali tahun ini dengan menjatahkan sebanyak 75 unit rumah nelayan. Masing-masing kepala keluarga (KK) akan disuntik dana perumahan Rp 45 juta.
Pelabuhan Buleleng juga mengalami kerusakan akibat hantaman ombak. Tanggul pelabuhan rusak tergerus ombak. Pemkab Buleleng juga mengalokasikan dana untuk memperbaiki senderan yang rusak tersebut. (gds/djo)











































