Kekerasan yang dialami oleh Nia dialami selama 19Β hari di rumah pacarnya, Ozi, di rumahnya di Puskopad, Ciseureuh, Purwakarta, Jawa Barat. Di rumah itu, dia tak boleh keluar rumah dan hanya diberi Playstation untuk mengisi waktu luang.
"Kalau saya minta pulang ke rumah, Ozi marah. Bahkan dia sempat memukul dengan gagang payung hingga telingan berdenging," tutur perempuan berparas cantik ini kepada wartawan di rumahnya, Jalan Haji Syafii, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah 18 hari hilang, Nia diantar Ozi dan orangtua Ozi, pulang ke Jakarta, Senin 9 Februari. Dalam pertemuan keluarga tersebut, Ozi mengakui kekhilafannya dan meminta maaf atas sikapnya.
Meski diperlakukan kasar dan keras, tetapi keluarga Nia mengaku memilih jalur kekeluargaan. Bahkan keluarga Nia mencabut laporan kehilangannya ke polisi. "Yang penting anak saya sudah kembali. Nggak perlu lagi berurusan dengan polisi," kata ayah Nia, Kho Djin Moei. (asp/nrl)











































