Pemicu Ozi memukul gadis yang dicintainya itu kadang karena hal sepele. Misalnya saja testimoni teman-teman Nia di friendster.
"Waktu Valentine's Day 2008, banyak yang ngasih ucapan selamat di testimonial friendsterku," kata Nia kepada wartawan di rumahnya, Jalan Haji Syafii, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian Ozi baca dan langsung cemburu. Dia memukul aku serta menutup mukaku dengan bantal hingga susah bernapas," katanya menahan tangis.
Padahal, sebelum Valentine's Day 2008, Ozi berperilaku sangat romantis. Bak orang pacaran pada umumnya, Ozi memperlakukan Nia sangat istimewa. "Tapi sejak friendster itu, dia sangat berubah. Saya tidak boleh berteman baik cowok atau cewek," tuturnya pilu.
Seraya menahan air mata, Nia terus berusaha menceritakaan kisah sedih kisah pacarannya. Lebih lanjut dia menuturkan, usai kasus friendster itu, bukannya Ozi berubah menjadi lunak tapi malah semakin keras dan posesif. Ozi menjadi ringan tangan dan mudah marah.
"Tiap kali saya minta putus, dia tidak mau. Saya selalu ditempel ke mana-mana,"akunya.
Awal mula keduanya berpacaran pada 2007 ketika Nia Agustin masuk kuliah di Kampus Mercu Buana, Jakarta Selatan. Waktu itu, Ozi adalah seniornya, jauh di atas Nia. "Tak sampai setahun dia berperilaku manis. Setelah itu kasar,"pungkasnya.
(asp/nrl)










































