"Kami telah menempuh berbagai cara agar rombongan bisa masuk ke Gaza," ujar Koordinator Tim KNRP Suryama M Sastra dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (10/2/2009).
Usaha yang sudah dilakukan oleh Tim KNRP menurut Suryama, dengan meminta bantuan ke otoritas Sinai Utara tempat gerbang Rafah berada. Gerbang Rafah merupakan pintu masuk ke Gaza melalui Mesir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ditemui beberapa hari lalu Wakil Gubernur Sinai Utara Muhammad syeh menyatakan akan membantu mengontak pihak-pihak yang berwenang untuk memperkenankan tim KNRP bisa masuk," ungkapnya.
Bahkan pada tanggal 5 Februari lalu, Lanjut dia, pihak Kedubes RI di Kairo yang diwakili oleh Wakil Dubes Burhanuddin dan sejumlah staf KBRI ikut mengantar tim KNRP ke gerbang Rafah.
"Tim KNRP menjadi rombongan relawan pertama yang diantar ke gerbang Rafah oleh Senior Staf KBRI," imbuhnya.
Seperti diketahui Kemenlu Mesir terhitung mulai tanggal 29 Januari - 5 Februari mengeluarkan maklumat seluruh relawan asing harus keluar dari Gaza.
"Sejak tanggal 5 Februari gerbang Rafah tertutup bagi relawan dan penyaluran bantuan, baik medis maupun makanan," kata Suryama.
Suryama mengungkapkan, bantuan yang akan masuk melalui pintu Rafah dialihkan ke pintu Karim Abu Shaloom, pintu perbatasan Israel dan Gaza yang dijaga oleh pihak Israel.
"Kami menunggu perkembangan selanjutnya. Mudah-mudahan beberapa hari ke depan ada perkembangan yang baik, sehingga tim KNRP bisa masuk ke Gaza," pungkasnya. (did/mad)











































