Sekitar 11 orang sampai saat ini masih dirawat di Puskesmas dan rumah sakit.
Dari 11 korban yang masih dirawat, sebanyak 9 orang di rawat di Puskesmas
Sentolo I dan dua orang dirawat di Rumah sakit (RS) Rizky Amalia Medika,
Kecamatan Lendah. Sedang 17 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan.
Diduga mereka mengalami keracunan makana setelah menyantap hidangan pesta
syukuran yang digelar keluarga Kasiwon warga Dusun Karangtengah, Desa Srikayangan Kecamatan Sentolo pada hari Sabtu 7 Februari 2009 malam. Saat pesta warga yang diundang menyantap hidangan catering berupa ikan bakar, daging kambing dan ayam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
merasakan perut mual, kepala pusing dan muntah-muntah. Mereka yang sakit pada hari itu sempat berobat di Puskesmas Sentolo I dan RS Rizky Amalia Medika.
Namun korban tidak parah sehingga tidak ada yang menjalani rawat inap. Mereka diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing dan hanya menjalani rawat jalan.
Pada hari Senin (9/2/2009), mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB, ternyata masih ada warga yang mengalami keracunan dengan gejala yang sama. Satu persatu mereka mendatangi Puskesmas Sentolo I untuk mendapatkan pengobatan.
Mereka yang sempat mendapatkan perawatan pada hari Minggu, ada yang kembali dirawat puskesmas dari belum sembuh dan bertambah parah.
Sembilan orang yang dirawat di puskesmas diantaranya Ny Marsilah (45), Kardi
(35), Marsudi (38), Marwanto (30), Marjono (50), Ngatiyem (55), Sarjiyem (54), Resmiati (55) dan Sudaryanto (28). Sedang dua orang yang masih dirawat di RS Rizky Amalia Medika, Mugilah (41) dan fariz (8). Semua korban sampai saat ini masih mengeluh pusing, perut mual, muntah-muntah disertai buang air besar. Semua korban yang dirawat masih diinfus.
"Dari hasil pemeriksaan sementara dengan gejala seperti itu kemungkinan besar akibat keracunan makanan," kata Kepala Puskesmas Sentolo, dr Sandrawati Said.
Sandra mengatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan penanganan secepatnya terhadap semua korban. Sedang sampel sisa makanan sudah habis sehingga tidak ditemukan di rumah warga yang menjadi korban maupun tempat hajatan.
"Petugas hanya bisa mengumpulkan dari sisa muntahan korban dan tinja. semua itu akan kita kirimkan ke laboratorium untuk periksa," katanya. (bgs/mad)











































