"Dalam forum disepakati dua opsi, yakni, menyelesaikan masalah melalui jalur
hukum, atau menyerahkan ke forum untuk mengambil putusan apakah memilih produk Denpasar atau produk Ancol," kata ketua DPP KNPI Ario Wijanarko pada detikcom, Senin (9/2/2009).
Menurut Ario, Doli memilih opsi pertama yakni menempuh jalur hukum, akan tetapi forum justru memilih opsi kedua yakni voting. Karena forum memilih opsi kedua, maka Doli tidak melanjutkan pilihannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ario menjelaskan, bahwa forum islah tersebut dihadiri oleh pihak Aziz Syamsuddin sebagai Ketua Umum KNPI hasil kongres Denpasar dan Pihak Ahmad Doli Kurnia sebagai Ketua Umum hasil kongres Ancol.
Dalam forum yang dihadiri oleh 50 OKP dari 82 OKP yang ada dibawah naungan KNPI, serta 24 DPD KNPI dari 33 DPD yg ada, 38 OKP dan 20 DPD menyetujui dan mengakui produk kongres Denpasar dengan ketua umum Azis syamsudin. Sementara sisanya yakni 6 OKP dan 1 DPD mengakui hasil produk Ancol dengan Ketua Umum Doli kurnia.
"Setelah diadakan voting hasilnya adalah : 38 OKP dan 20 DPDΓ setuju produk
Denpasar sementara hanya 6 OKP dan 1 DPD yg setuju produk Ancol, sisanya
abstain," katanya.
Dari hasil forum tersebut secara de jure dan de fakto, lanjut Ario, kepemimpinan Aziz adalah sah dan legitimate. "Karena itulah, Azis berkomitmen untuk mengadopsi seluruh kepengurusan dari kubu Doli agar menjadi menjadi 1 KNPI dan satu organisai pemuda yang bermartabat," pungkas Ario.
Perpecahan ditubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) membuat seluruh
Organisasi Kepemudaan (OKP) yang berada di bawahnya prihatin. Untuk menyatukan 2 KNPI, para OKP mengelar acara silaturahmi nasional.
Acara yang dimulai sejak minggu kemarin di Bidakara Hotel, Jl Asia Afrika, Bandung, berakhir Senin sore. Hasilnya tidak ada kesepakatan islah dan penyatuan KNPI karena kedua belah pihak masih mengklaim yang paling benar.
(yid/did)











































