Gelombang ganas menerjang rumah warga yang berada di pesisir pantai. Puluhan rumah rusak diterjang ombak. Sekitar 60 rumah semi permanen rusak di beberapa desa, seperti Desa Kalanganyar, Kecamatan Seririt, Desa Kalibukbuk (Banjar), Bungkulan (Kubutambahan).
"Ombak setinggi tiga meter menghantam rumah nelayan," kata Ketua Kelompok Nelayan Putra Baruna Segara Bungkulan Nyoman Subrata, Senin (9/2/2009).
Ombak ganas juga menghanyutkan puluhan pohon kepala yang berada di sepanjang pantai. Naiknya air laut menyebabkan puluhan hektar sawah terendam air laut. Kerusakan parah juga terjadi di pelabuhan Buleleng. Tanggul pelabuhan rusak diterjang ombak. Berapa bangunan pura juga roboh.
Bencana alam juga melanda kawasan Buleleng di bagian perbukitan, di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan tanah longsor di enam titik serta pohon tumbang sehingga menutupi ruas jalan Denpasar-Singaraja.
Kerusakan yang terjadi akibat bencana ala mini masih dalam tahap pendataan oleh pemerintah Kabupaten Buleleng. "Kami masih melakukan pendataan jumlah kerusakan yang terjadi akibat ombak besar," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Buleleng Nyoman Gede Suryawan saat dihubungi via telepon, Senin (9/2/2009).
Cuaca di Buleleng sejak Minggu (8/2/2009) sudah mulai bersahabat. Tidak ada korban jiwa akibat keganasan alam ini. Kondisi sebaliknya justru terjadi daerah kawasan Bali selatan. Pada saat bersamaan, hawa di Denpasar dan Badung sangat panas.
(gds/djo)











































