"Ini untuk menjauhkan umat dari musibah dan bencana," kata Ketua Persembahyangan Vihara Bodhi Dharma Lo Cia Bio Eddy Loho, sebelum karnaval
dimulai, di Jalan Duri A, Petojo, Gambir, Jakarta, Senin (9/2/2009).
Riibuan warga memadati jalan yang dilalui arak-arakan tersebut. Mereka berdecak saat melihat Tang Sin melintas di depan warga. Sebab, mulut tangsin ditusuk menggunakan pisau atau belati seperti adegan debus Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sepanjang jalan yang dilalui seperti jalan KH Mas Mansur dan Cideng, lalu lintas sedikit tersendat. Tetapi lancar kembali setelah arak-arakan sepanjang kira-kira 70 meter melintas. (Ari/anw)











































