Pantauan detikcom, Senin (9/2/2009), halaman stasiun digenangi air setinggi 60 cm. Sementara di bagian dalam, ketinggian air 'hanya' 40 cm. Β
Jalan di depan stasiun juga digenangi air, sehingga calon penumpang kerepotan menuju stasiun yang melayani kelas bisnis dan eksekutif tersebut. Karena tidak mungkin masuk, kendaraan hanya bisa diparkir di luar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Kepala Stasiun Tawang, Ahmad Zaid memperkirakan air akan surut total dalam waktu tiga hari. "Itu pun kalau hujan tidak mengguyur lagi. Ini (banjir) memang cukup parah," katanya.
Pihak stasiun menggunakan tiga pompa untuk mengurangi debit air. Namun karena hujan masih sesekali mengguyur, genangan tak juga berkurang.
"Kereta tetap beroperasi, tapi terlambat 2-3 jam," jelasnya sambil membetulkan celana yang terendam air.
Penjualan dan penukaran tiket tetap dilayani seperti biasa. Namun calon penumpang harus rela berbasah-basah masuk ke loket yang digenangi air setinggi 40 cm.
Bagian dalam stasiun tampak sepi. Bahkan di loket hanya ada satu orang. Ruang bagian informasi dan penjual oleh-oleh kosong. (try/djo)











































