"Pengerukan 56 saluran air dikerjakan Agustus mendatang. Sekarang baru proses tender perencanaan, tender fisik," ujar Kepala Dinas PU Pemprov DKI Jakarta Budi Widiantoro di Balaikota Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2009).
Menurut Budi, pihaknya masih mencari konsultan yang akan mengeruk saluran air serentak di 56 titik. Selain itu, konsultan juga diminta untuk menyediakan alat pengerukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi mengungkapkan, untuk pengerukan 13 sungai akan dilakukan pada tahun ini juga dan bekerja sama dengan Bank Dunia. "Untuk 13 sungai masih proses, diharapkan tahun ini juga," kata dia.
Pengerukan saluran air di Jakarta Selatan akan dilakukan di Kali Sekretaris, Grogol, Krukut, Cideng Atas, Kali Baru Barat, Jelawe, Mampang, Saluran Ulujami dan Saluran Kalibata.
Di Jakarta Barat, pengerukan dilakukan di Kali Sepah, Tubagus Angke, Grogol, Mookevart, Srengseng, Meruya, saluran PHB Rawa Kepa dan saluran Sentra Primer Barat.
Di Jakarta Timur, pengerukan akan dilakukan di Kali Baru Timur, Utan Kayu, Cipinang, Saluran PHB Kampung Ambon, Saluran PHB PIK, Kali Cakung Lama, dan Kali Kramat Jati.
Di Jakarta Pusat, di Kali Grogol, Duri, Ciragil, Krukut Bawah dan Atas, Cideng Bawah, Ciliwung, Utan Kayu, Anak Ciliwung Kota, Pademangan Barat, Timur dan Kali Item.
Sedangkan di Jakarta Utara yakni di Kali Karang, Saluran jembatan II dan III, Saluran Sunter C, Lagoa Tirem, Lagoa Buntu, Bang Lio, Saluran Kramat Raya, Cakung Lama, Saluran Inlet IV dan Saluran Long Storage Ancol.
(nik/iy)











































