Kebocoran pipa diketahui pada Minggu siang. Sejumlah warga melihat ada genangan minyak di sekitar pipa dan kemudian beramai-ramai menampung dari kebocoran tersebut. Kebocoran itu bersumber dari sebuah lubang berdiameter sekitar satu sentimeter.ย
Diperkirakan pembocoran pipa dilakukan kawanan pencuri. Sebab di lokasi ditemukan beberapa alat bor manual seperti martil, kran pengebor pipa, selang plastik, dan kantong plastik yang digunakan untuk mengangkut, hasil minyak curian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
โBegitu diperoleh informasi, langsung ditangani tim teknik dan pipa sudah bisa beroperasi seperti biasa. Berdasarkan data kami, minyak yang keluar dari lubang pipa tersebut sekitar tiga drum, atau paling banyak sekitar 600 liter, itupun sudah bercampur air karena lokasinya di rawa-rawa. Minyaknya sedikit karena pada waktu itu tidak penyuplaian dari kapal. Jadi merupakan sisa yang ada di dalam pipa,โ kata Erika.
Dikatakan Erika, kuat dugaan kebocoran itu terjadi karena adanya upaya pencurian minyak dengan cara membor pipa distribusi tersebut. Pipa berdiameter 12 inchi tersebut merupakan pipa baru dan dioperasikan Desember lalu, sehingga mustahil bocor tanpa unsur kesengajaan.
Dikatakan Erika, sebenarnya mereka bekerjasama pihak kepolisian untuk mengamankan jalur pipa dari dermaga Citra Jetty Belawan menuju Instalasi Medan Group yang panjangnya sekitar 10 kilometer. Namun dia berharap masyarakat juga ikut berperan menjaga pipa itu karena pencurian sudah pernah terjadi pada 2008.
Kasus kebocoran pipa ini, kata Erika, sama sekali tidak mengganggu distribusi minyak tanah kepada masyarakat di Sumatera Utara. Stok tersedia dalam jumlah yang cukup di Instalasi Medan Group.
(rul/lrn)











































