Kunjungan ke Delft, kota tua dan dulu merupakan salah satu kota penghubung dan gudang penting VOC, semula tidak direncanakan. Baru kemarin petang Dubes J.E Habibie mengambil inisiatif mengajak Wapres mengisi hari Minggu untuk menikmati ambiance dan kekayaan sejarah di Delft.
Meskipun agenda Wapres ke Delft ini terhitung mendadak, namun pihak Belanda tetap tanggap dengan menyiapkan voorrijder hari itu juga. "Mereka menghormati Wapres sebagai tamu negara. Sekiranya tidak disediakan pun tidak apa-apa. Kita biasa saja," kata Habibie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pasar ini pula pelukis legendaris Johannes Vermeer (1632-1675) dahulu biasa membeli pensil untuk sketsa lukisan-lukisannya. Rumah Vermeer dekat pasar ini masih tegak berdiri dan menjadi obyek kunjungan para pelancong.
Di lokasi Grote Markt itu terbentang alun-alun, dengan gedung kuno Stadhuis (balaikota) di sisi timur dan Nieuwe Kerk (literar: Gereja Baru) disisi barat. Nieuwe Kerk ini mulai dibangun pada 1351 dengan konstruksi kayu. Bangunan basilik dari batu seperti terlihat sekarang baru selesai pada 1496.
Di lantai bawah tanah Nieuwe Kerk itulah trah Dinasti Oranje dimakamkan, tepatnya diletakkan dalam peti-peti di ruang bawah tanah yang disebut Grafkelder (ruang bawah tanah untuk makam, red), menurut lorong-lorong yang telah ditetapkan kerajaan.
Jasad trah termutakhir yang dimakamkan di sana adalah mendiang ayah ibu Ratu Beatrix (yang bertahta sekarang), yakni Ratu Juliana (1909-2004) dan Pangeran Bernhard (1911-2004), serta suami Beatrix: Pangeran Claus (1926β2002).
Di ruang dasar terbaring replika Willem van Oranje, Bapak Bangsa Belanda, terbuat dari marmer putih. (es/es)











































