"Saya kira Gus Dur keliru. Nggak ada, saya nggak pernah menggunakan isu-isu lokal untuk kepentingan politik," ujar Akbar saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/2/2009) malam.
Akbar menegaskan, jika pun dirinya memiliki aktivitas di daerah, maka itu bukan untuk kepentingan politik. Kegiatannya di tanah kelahirannya di Sumatera Utara lebih diorientasikan untuk kepentingan pendidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akbar mengatakan, dirinya bahkan termasuk orang yang tidak setuju pemekaran yang dilakukan dengan cara-cara paksaan. Menurut dia, pemekaran sebuah daerah harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada dan mengikuti persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan.
Selain itu pengkajian secara mendalam, baik dari aspek historis, geografis, sosial budaya, maupun ekonomi, juga harus benar-benar diperhatikan. "Masyarakat daerah itu harus betul-betul menerima bersama," ucapnya.
Karena itu dia menduga Gus Dur telah memperoleh informasi yang salah. "Barangkali Gus Dur tidak tahu dari mana infonya. Mungkin memang ada orang yang menggunakan isu-isu daerah untuk kepentingan politik. Tapi kalau saya tidak," tegasnya.
Lantas, bagaimana sikap Bang Akbar dengan tudingan tersebut? "Ya Gus Dur kan kita sudah paham lah," jawabnya enteng. (sho/sho)











































