Penegasan mengenai hal itu disampaikan Wakil Presiden Joe Biden saat berpidato di depan para pemimpin Eropa dan ahli pertahanan di Konferensi Keamanan Munich di Jerman. Dalam pidatonya yang berlangsung sekitar 25 menit itu, Biden menekankan AS akan memperbaiki hubungannya dengan Rusia yang sempat dibuat tegang oleh serangan Rusia ke Georgia beberapa bulan lalu.
"Beberapa tahun belakangan kita menyaksikan terjadinya penyimpangan dalam hubungan antara Rusia dengan Sekutu. Inilah saatnya untuk, meminjam bahasa Presiden Obama, menekan tombol reset dan mengunjungi kembali daerah-daerah di mana kita bisa dan seharusnya bekerja bersama," ujar Biden seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"AS dan Rusia memang bisa tidak bersepakat, tapi tetap bisa bekerja sama dalam hal-hal di mana kepentingan kami beririsan. Dan dalam banyak hal kepentingan kami memang beririsan," tandas Biden.
Negara-negara Eropa menyambut baik kehadiran Biden dalam konferensi yang biasanya hanya dihadiri oleh Menteri Pertahanan AS tersebut. Hal itu dianggap sebagai pertanda kesungguhan AS membangun kembali hubungan baik.
"Kami akan ikut serta. Kami akan mendengarkan. Kami akan berkonsultasi. Amerika memerlukan dunia, seperti juga dunia memerlukan Amerika," ucap Biden.
Dalam kesempatan itu Biden juga menekankan perlunya semua pihak untuk berbuat lebih banyak dari sebelumnya. Misalnya dengan menerima para tahanan Guantanamo untuk diberi tempat di negara mereka. "Amerika akan berbuat lebih. Itu berita bagusnya. Berita buruknya adalah, Amerika akan meminta rekan-rekannya untuk berbuat lebih juga," tandas Biden. (sho/sho)











































