Muatan Kapal Barang yang Terdampar di Sumbawa Dijarah Warga

Muatan Kapal Barang yang Terdampar di Sumbawa Dijarah Warga

- detikNews
Sabtu, 07 Feb 2009 14:44 WIB
Mataram - Muatan kapal Seiko, yakni 44 peti kemas dijarah warga sekitar perairan Tanjung Menangis, 15 kilometer arah utara Sumbawa Besar, Ibukota Kabupaten Sumbawa, NTB. Tiga peti kemas berisi barang-barang elektronik dan sembako dibuka dan isinya diambil warga.

Penjarahan terjadi, karena kapal barang ini dibiarkan tanpa penjagaan, sejak terdampar kemarin. 10 anak buah kapal (ABK) bersama nakhoda kini tengah berada di Labuhan Badas. Mereka hendak melaporkan kapal yang terdampar pada Syahbandar.

Semula kapal masih berada di tengah perariran dan masih agak jauh dari jangkauan warga sekitar. Namun terjangan ombak dan angin kencang menyebabkan kapal berkapasitas 6.555 GT ini, kian merapat ke pinggir pantai dan dekat dari jangkauan warga sekitar.

Kepala Pos Polisi Pelabuhan (KP3) Labuhan Badas Aiptu Isnaini, Sabtu (7/1/2009) melalui sambungan telepon membenarkan penjarahan itu. Namun, kata dia, aparat kepolisian kini sudah mengamankan barang lain yang tersisa. Kapal juga sudah dijaga aparat kepolisian. Tak ada warga yang diamankan.

"Barang-barang yang tersisa sudah kita amankan di kantor. Tindakan selanjutnya, kita tunggu pemilik kapal datang dari Kupang," terang Isnaini.

Penjarahan kata Isnaini terjadi pagi tadi. Warga pada polisi umumnya mengatakan, bahwa barang-barang muatan kapal perlu diamankan. Namun sayangnya muatan itu mereka amankan ke rumah masing-masing.

Bupati Sumbawa, Jamaluddin Malik di Mataram, Sabtu siang usai bertemu dengan Gubernur NTB membahas tapal batas dengan Kabupaten Sumbawa Barat mengatakan, pihaknya menyayangkan penjarahan terjadi.

Pemkab kata Jamaluddin mengetahui kapal barang itu terdampar sejak Jumat kemarin. Namun kata dia tidak ada koordinasi sama sekali dengan pemerintah daerah.

"Mereka (pemilik kapal) saja tidak datang meminta bantuan. Jadi bagaimana kami akan bantu mereka untuk mengamankan," terangnya. Ia memastikan, kalau kini kapal sudah dijaga aparat keamanan. (djo/djo)


Berita Terkait