Dikatakan Irman, insiden di Sumut itu peringatan dini bagi aparat kepolisian agar tak lalai dalam tugasnya. Apalagi sekarang menjelang pemilu. Gesekan di masyarakat rawan memicu aksi anarkis.
"Ini early warning terhadap objek-objek vital. Apalagi kita menghadapi pemilu, rawan itu," tegas Senator Sumatera Barat ini.
Meskipun setuju pencopotan, Irman meminta hal itu tidak dilakukan Kapolri karena desakan politis. Ia lebih setuju kalau pencopotan lebih karena desakan publik.
DPD, sambung Irman, sudah mengeluarkan statemen meminta pencopotan aparat yang bertanggungjawab dalam pengamanan di DPRD Sumut itu.
"Di negara demokrasi itu, suara publik kan suara rakyat. Harus didengar. Artinya, publik ini diwakili oleh DPD dan pihak-pihak lain," imbuhnya. (Rez/rdf)











































