"Tentunya keputusan Kapolri tersebut sudah dengan berbagai pertimbangan dan kesimpulan hasil penyidikan intern. Apapun harus dihargai asal jangan terkesan ada yang dikorbankan,” kata Tjahjo pada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/2/2009).
Menurut Tjahjo, seorang komandan memang harus bertanggungjawab atas peristiwa yang terjadi di daerah kekuasaanya. Apalagi jika komandan itu terkesan tidak mampu mengantisipasi aksi demo yang mengakibatkan tewasnya ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Intelejen Polri tidak berjalan di Medan sehingga aparat lapangannya terlambat mengantisipasi. Ini sangat disayangkan memang, karena itu, ini harus diperbaiki. Jangan sampai terulang lagi di tempat lain,” terangnya.
Tjahjo berharap kasus Sumut menjadi bahan evaluasi institusi Polri menghadapi pengamanan pemilu 2009. Hal ini sangat penting agar kejadian serupa atau lebih besar dapat diantisipasi sejak dini.
“Kasus Sumut ini harus dijadikan pegangan evaluasi seluruh Polda se-Indonesia dalam menyikapi masalah demo-demo yang ada di setiap kota. Sehingga aksi apapun dapat diantisipasi oleh aparat Polri," pungkasnya.
(yid/mok)











































