Aksi itu dimulai dengan longmarch sekitar 600 meter dari Masjid Agung di Jl. Diponegoro menuju Gedung DPRD Sumut Jl. Imam Bonjol, Medan. Mereka membawa sejumlah spanduk dan poster yang antara lain bertuliskan, "Bubarkan Panitia Pembentukan Protap", Tumpas Pelaku Demo Anarkis" dan "Tangkap Pembunuh Pemimpin Sumut".
Selain mendesak pembubaran panitia Protap, massa juga mengutuk keras tindak kekerasan yang terjadi dalam aksi demo pendukung pembentukan Protap yang mengakibatkan Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat meninggal dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meminta agar polisi bersikap netral terhadap aksi-aksi yang dilakukan yang dilakukan elemen-elemen masyarakat. Karena isinyalir kepolisian hanya bersikap reaksioner ketika umat Islam yang melaksanakan aksi massa," ujar Agus Budiarto, koordinator aksi tersebut.
Dalam aksi ini tak kurang 100 polisi berjaga-jaga. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib.
(rul/djo)











































