Selain Sari, korban lainnya yakni Sukma (22) yang merupakan anak Sari. Sukma yang merupakan mahasiswa BSI Cipulir ini tidak mengalami luka namun masih syok.
"Saya hanya syok tapi tidak mengalami luka-luka. Saya sama ibu saya memakai helm," ujar Sukma yang berambut gondrong ini kepada detikcom di depan IGD RSPP, Jl Kiai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat hendak pulang ke rumahnya di Jl Wadah Sari 1 RT 3/5 Pondok Aren Tangerang, motor Sukma tiba-tiba diseruduk dari belakang oleh bus Kowan Bisata saat melintas di bawah fly over Kebayoran Lama.
"Saya terpelanting sedangkan ibu saya terseret hingga terlindas. Telinga ibu saya mengeluarkan darah dan tidak sadarkan diri," kata Sukma.
Kemudian Sukma langsung membawa ibunya ke RSPP. Sukma sempat melihat warga memecahkan kaca bus Kowan Bisata. "Kondisi ibu saat ini masih belum sadar," kata Sukma lirih.
Tabrakan berawal dari motor yang tiba-tiba memotong jalan dari arah Paku Bowono ke Permata hijau. Kemudian, bus Kowan Bisata dari arah Pondok Indah menuju Permata Hijau menabrak motor yang ditumpangi oleh ibu dan anak tersebut.
Sang sopir bus melarikan diri karena dihadang dan dilempari massa. Akibat amuk massa, semua kaca bus bernopol B 7126 NL itu pecah. Bus tersebut kini sudah diderek oleh petugas kepolisian.
(nik/iy)











































