Hanung: Imam Istiqlal Kok Ya Lucu

Boikot Perempuan Berkalung Sorban

Hanung: Imam Istiqlal Kok Ya Lucu

- detikNews
Jumat, 06 Feb 2009 13:33 WIB
Hanung: Imam Istiqlal Kok Ya Lucu
Jakarta - Sutradara Hanung Bramantyo heran atas seruan boikot terhadap film Perempuan Berkalung Sorban. Ia curiga Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yakub yang menyerukan pemboikotan itu diprovokasi kelompok yang ingin memfitnah film bertema feminisme tersebut.

"Menurut saya, imam tersebut sepertinya dibawa-bawa oleh masyarakat yang kontra untuk mengikuti pendapat masyarakat yang kontra dengan film tersebut," kata Hanung saat dihubungi detikcom via telepon, Jumat (6/2/2009).

Hanung lantas mempertanyakan sikap Ali Mustafa yang mengeluarkan seruan boikot tapi belum pernah melihat filmnya sendiri. Bagi peraih gelar sutradara terbaik lewat film Brownies itu, film Perempuan Berkalung Sorban tidak menjelek-jelekkan Islam dan Alquran. "Imamnya kok ya lucu, kok tidak menonton filmnya itu tapi kok malah bisa bilang sesat," kritik Hanung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hanung, film yang dibintangi Revalina S Temat dan Oka Antara itu hanya mengkritik laki-laki yang suka memaksakan kehendaknya kepada perempuan dengan dalil Alquran.

"Imam itu hanya ikut omongan orang yang memang ingin memfitnah film ini. Wong dia juga belum nonton filmnya langsung kok," nilai Hanung.

Perempuan Berkalung Sorban menceritakan perlawanan Anissa, seorang santriwati terhadap pengekangan perempuan di pesantren. Dalam film itu, Annisa berkata Islam tidak adil terhadap perempuan. Film menampilkan diskriminasi terhadap perempuan yang dilakukan ulama dengan dalih agama, seperti perempuan tidak boleh jadi pemimpin, perempuan tidak boleh naik kuda, perempuan tidak perlu berpendapat dan perempuan tidak boleh keluar rumah tanpa disertai muhrimnya. Setting film ini rentang tahun 1980-an hingga 1998.

Imam besar masjid Istiqlal Ali Mustafa Yakub menilai film itu mencitrakan Islam sangat buruk dan telah melakukan fitnah terhadap pesantren. Ia menyerukan agar film itu tidak ditonton alias diboikot.

(iy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads