Umar Shihab Imbau Menilai Film Sesuai Konteks

Perempuan Berkalung Sorban

Umar Shihab Imbau Menilai Film Sesuai Konteks

- detikNews
Jumat, 06 Feb 2009 11:11 WIB
Umar Shihab Imbau Menilai Film Sesuai Konteks
Jakarta - Film Perempuan Berkalung Sorban harus dinilai sesuai konteksnya. Jika zaman dulu, memang terjadi diskriminasi terhadap perempaun di pesantren.  Tapi sekarang pesantren sudah modern dan perempuan sudah bebas.  "Kalau kondisinya dulu, memang perempuan dibelenggu. Kalau sekarang sudah tidak benar. Contohlah yang baik. Jangan kita mencontoh tindakan yang tidak benar seperti membunuh dan mencuri," ujar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab kepada detikcom, Jumat (6/2/2009).

Perempuan Berkalung Sorban menceritakan perlawanan Anissa, seorang santriwati terhadap pengekangan perempuan di pesantren. Dalam film itu, Annisa berkata Islam tidak adil terhadap perempuan. Film menampilkan diskriminasi terhadap perempuan yang dilakukan ulama dengan dalih agama, seperti perempuan tidak boleh jadi pemimpin, perempuan tidak perlu berpendapat dan perempuan tidak boleh keluar rumah tanpa disertai muhrimnya.

Menurut Umar, merendahkan perempuan tidak pernah diajarkan dalam Islam. Agama ini justru memberikan penghormatan yang tinggi terhadap perempuan.

"Lihat konteksnya (kapan dan di mana peristiwa di film itu terjadi) . Kalau di film itu meremehkan perempuan, tindakan seperti itu nggak boleh dalam Islam," imbuh Umar.

Umar menegaskan, pengurus MUI belum pernah membicarakan seputar kontroversi film besutan sutradara Hanung Bramantyo ini. "Belum pernah dibicarakan, itu yang urus bagian pengkajian," jelasnya.

Apakah MUI akan mengimbau agar film itu ditarik dari peredaran? "Saya belum tahu, belum lihat filmnya," pungkas Umar.

Imam Masjid Besar Istiqlal Ali Mustafa Yakub mengimbau agar film Perempuan Berkalung Sorban diboikot. Alasannya film mencitrakan Islam secara buruk dan menggambarkan pesantren secara salah.
(nik/iy)


Berita Terkait