Dirjen Amerop: Nias Misterius, Menantang!

Pameran Permanen di Praha

Dirjen Amerop: Nias Misterius, Menantang!

- detikNews
Kamis, 05 Feb 2009 18:45 WIB
Dirjen Amerop: Nias Misterius, Menantang!
Praha - Pameran Permanen Indonesia di Museum Kebudayaan Asia, Afrika dan Amerika, Praha, Ceko, menampilkan 250 artefak Nias koleksi Dr. Pavel Durdik, seorang dokter tentara KNIL yang bertugas di Nias, Sumatera, selama 1880-1882.

"Ke-250 artefak Nias koleksi Dr. Durdik itu menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Nias pada awal abad 19," Korfungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi kepada detikcom hari ini, Kamis (5/2/2009).

Selama berada di Nias (1880-1882), Dr. Durdik telah mengumpulkan 1.100 artefak, yang seluruhnya kini menjadi koleksi Museum Kebudayaan Asia Afrika dan Amerika, Praha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pameran dibuka oleh Dirjen Amerika dan Eropa (Amerop) Deplu RI Retno L.P. Marsudi bersama Dirjen Museum Ceko Michal Lukes pada Rabu (4/2/2009), dihadiri Deputi Menteri Kebudayaan Ceko Frantisek Mikes, Dubes RI Salim Said dan istri Herawaty Said, kalangan pejabat, pengusaha, korps diplomatik dan masyarakat Indonesia di Ceko.

Dalam sambutannya Retno menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih atas kerjasama dari pemerintah Ceko, yang telah memfasilitasi pameran permanen tersebut.

Diharapkan kerjasama Indonesia–Ceko terus berkembang dan Perjanjian Kebudayaan kedua negara yang telah berusia lebih dari 50 tahun terus diimplementasikan melalui berbagai kegiatan kebudayaan, baik di Ceko maupun di Indonesia, sehingga dapat menguatkan persahabatan kedua bangsa.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pasca Tsunami, kondisi Nias sudah pulih kembali. "Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan terimakasih kepada masyarakat internasional, termasuk Ceko, yang telah membantu memelihara Nias," ujar Retno.

Retno menjelaskan bahwa sejak dahulu Nias memang cantik, menarik dan misterius. Dia mengajak masyarakat Ceko untuk memanfaatkan Visit Indonesia dengan berkunjung ke Indonesia, termasuk Nias, untuk membuktikan keindahan pantai, pasir putih, dan ombaknya yang sangat menantang bagi para peselancar.

"Kecantikan dan keindahan Indonesia, khususnya Nias, siap menyambut Anda," demikian Retno.

Sementara itu Dirjen Museum Ceko Michal Lukes menyampaikan rasa gembiranya bahwa akhirnya Museum Kebudayaan Asia Afrika dan Amerika dapat menyelenggarakan Pameran Indonesia.

Seusai Nias, akan menyusul koleksi artefak dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores. Berbagai kegiatan kebudayaan pendukung, seperti pameran lukisan, foto dan benda seni lainnya juga direncanakan digelar di museum tersebut.

Lukes berharap pameran tersebut dapat meningkatkan persahabatan dan kerjasama kebudayaan antara Ceko dan Indonesia.
(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads