Hingga saat ini belasan anak dikirim ke RS Brayat Minulya, Solo, untuk mendapatkan perawatan. Selebihnya masih ditangani guru-guru sekolah tersebut untuk dilihat perkembangannya. "Lebih dari 50 anak yang keracunan," ujar Nurhayati, salah seorang guru SDN Banyuanyar II Surakarta, Kamis (5/2/2009).
Menurut keterangan Nurhayati, penjual susu kedelai itu baru hari ini berdagang ke sekolah tersebut. Semula si penjual itu meminta izin untuk berjualan di dalam area sekolah, namun karena tidak diberi izin akhirnya dia berjualan di luar pagar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tak lama setelah itu anak-anak yang mengonsumsinya mengeluhkan sakit perut. Sebagian besar dari mereka mengalami gejala pusing-pusing dan muntah-muntah. Soni Louis Hartanto, 37 tahun, segera diamankan pihak sekolah, sambil menunggu aparat polisi tiba.
Selanjutnya warga Jalan Sibela Selatan RT 2 RW 4, Mojosongo, Solo, tersebut dibawa ke Mapolsek Banjarsari, Solo. Dagangan yang belum terjual disita polisi. Dari pengecekan, di dalam kantong plastik terdapat beberapa bungkus susu yang oleh Soni diakui telah kedaluwarsa.
Namun dia berkilah, susu kedaluwarsa tersebut tidak dijual. Soni megaku membuat sendiri susu kedelai itu sejak tiga bulan lalu dan baru kali ini mendapat masalah. Saat ini masih berada di Mapolsek Banjarsari untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (mbr/djo)










































