"Jangan sampai kita menangis, menyesal kembali ke era gelap. Tidak tentram di negeri sendiri," kata Presiden SBY dalam sambutannya di pabrik Teh Botol Sosro, Cibitung, Jawa Barat, Kamis (5/2/2009).
Tragedi ujuk rasa anarkis yang merenggut nyawa Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Azis Angkat, sangat disesalkan. Sebuah aksi penyampaian aspirasi seharusnya tidak dijadikan alat untuk memaksakan kehendak apalagi berbuat kerusakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden lalu memapaparkan, hampir setiap hari ada kelompok masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka. Tapi selama ini tidak ada insiden apa-apa, karena memang massa pengunjuk rasa berlaku tertib dan tidak berbuat anarkis.
"Unjuk rasa tidak apa-apa asal tertib. Sepanjang tidak melanggar ya tidak apa-apa. Kita siap menghadapi dunia demokrasi," tegasnya.
(lh/iy)











































