"Ini kan tandatangan produksi ke-2,5 miliar. Kalau bisa saya minta bonus satu," kata SBY disambut tawa para hadirin, Kamis (5/2/2009).
Hal itu diungkapkan SBY, disela-sela penandatanganan produk teh botol Sosro yang ke-2,5 miliar dan teh kotak Sosro yang ke-55 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Listrik juga jadi kendala, jika di tengah produksi listrik mati maka kita harus membuang semua produk yang telah dikemas," keluhnya.
Joseph juga mengeluhkan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan pemerintah kota. Menurutnya petugas terkadang over acting dalam menertibkan pedagang.
"Tahun lalu saja 18 ribu PKL di Jakarta digusur. Padahal pendapatan mereka dalam satu bulan lebih dari UMR Jakarta," katanya.
Menanggapi hal itu, SBY menyatakan penertiban PKL dilakukan untuk menertibkan kota. Namun SBY meminta agar jangan asal gusur saja, namun dipikirkan juga solusinya.
Saya yakin ada solusinya, saya harap Mendagri, gubernur, walikota kita imbau baik-baik mengelola semua itu," katanya. (nal/iy)











































