"Sebelum aksi mereka kan sudah meminta izin, seharusnya sudah diantisipasi sejak dulu, apalagi isunya (pemekaran Provinsi Tapanuli) sudah panas," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane saat dihubungi detikcom, Rabu (4/2/2009).
Bagi Neta, apa yang terjadi di Medan, menunjukan bahwa polisi sangat lemah dalam menangani massa yang sedang emosi. Padahal polisi memiliki prosedur sendiri dalam mendinginkan keadaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut informasi yang didapat IPW, Kapolda Sumut dan Kapoltabes Medan tidak berada di lokasi saat kondisi massa mulai memanas. Kondisi ini menunjukan jika komunikasi antar dua pejabat kepolisian itu sangat buruk.
"Komunikasi dan koordinasi mereka tidak bagus," tegasnya. (mok/ape)











































