Kesiapan untuk mundur tersebut diucapkan Aton Suhartono saat menerima puluhan pengunjuk rasa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan yang mendatangi Poltabes Medan, Jl. HM Said, Rabu (4/2/2009).
"Saya bersedia mundur, bagi saya, jabatan itu amanah dari Allah, silakan saja. Tetapi mekanismenya yang bisa mencopot saya atau memundurkan saya, Kapolda dan Kapolri," kata Aton di hadapan para mahasiswa yang jumlahnya sekitar 50 orang.
Aton menolak tudingan pihaknya tidak serius menangani kasus demonstrasi anarkis para pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli yang yang terjadi di Gedung DPRD Sumut, Selasa (3/2/2009) yang akhirnya menyebabkan Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat meninggal dunia.
Polisi kata Aton, sangat serius. Segala upaya dilakukan untuk mengungkap kasus tersebut, termasuk kini menahan enam tersangka utama pelaku.
"Mereka masih kita mintai keterangan, dan kita masih memburu beberapa pelaku lainnya," kata Aton Suhartono.
(rul/djo)











































