"Bapak Presiden ingin dibuat cetak biru tentang pemanfaatan Pulau Nipah dalam rangka posisi strategis di Selat Malaka dengan Singapura," ujar Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono usai rapat terbatas dengan Presiden SBY, di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2009).
Menteri-menteri dari departemen yang berkepentingan terhadap Pulau Nipah, imbuh dia, diminta membuat cetak biru yang rinci dalam jangka panjang. Termasuk pembiayaan dari masing-masing departemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sedang hitung-hitung dalam posisinya dengan tawar menawar dengan Singapura. Berapa yang harus dibangun, berapa biaya dari PU, Perhubungan Laut, Polisi, TNI. Hitung-hitungan geopolitik dan geoekonomi," ujar dia.
Sementara Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng mengatakan pembangunan ekonomi Pulau Nipah nanti akan diselaraskan dengan kawasan perdagangan bebas dengan Pulau Bintan, Pulau Batam dan Pulau Karimun.
Perbatasan laut RI-Singapura bagian barat, tepatnya di utara Pulau Nipah sudah disepakati pada akhir 2008 lalu, setelah perundingan selama 3 tahun, sejak Februari 2005. Perjanjian kesepakatan itu akan diteken dua negara pada bulan Februari 2009 ini.
(nwk/nrl)











































