Tepat pukul 16.00 WIB, hujan benar-benar mengguyur kawasan Jakarta. Puluhan kendaraan bermotor segera menepi mencari tempat berteduh. Sementara yang membawa mantel hujan melanjutkan perjalanan menerobos hujan.
Tak berapa lama, kabut tipis turun dan membatasi pandangan mata di kawasan tersebut. Titik macet pun langsung terkunci seperti di Glodok, Gajah Mada, dan Bundaran HI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami selalu memuja leluhur kami. Ini bentuk penghormatan kami," kata Ling ling (24), pengunjung wihara tersebut, Selasa (3/2/2009).
Menurut sebagian orang, hujan angin dan air menjadi pertanda baik bagi tahun kerbau. Dengan datangnya pertanda tersebut, kemakmuran dan kesejahteraan akan memayungi sepanjang tahun.
(Ari/nrl)











































