Desakan itu disampaikan anggota Fraksi Golkar DPRD Sumut, M. H. Hanafiah, saat ditemui di halaman Rumah Sakit Gleneagles Hospital, Jl. Listrik, Medan.
Menurut Hanafiah, otak di balik penyerangan ketua DPRD Sumut Aziz Angkat adalah seorang anggota DPRD Sumut dan satu lagi mantan anggota DPRD Sumut. Dua nama ini dikenal sebagai penggerak massa dalam unjukrasa ribuan massa menuntut pemekaran Provinsi Tapanuli (Protap) di halaman gedung dewan, sejak Selasa pagi.
"Mereka ini adalah otak kerusuhan hingga terjadi penyerangan terhadap ketua dewan. Polda Sumut jangan tinggal diam. Ini preseden buruk sepanjang sejarah," kata Hanafiah.
Menurut Hanafiah, DPRD Sumut tidak menghalang-halangi aspirasi rakyat yang ingin memekarkan Provinsi Tapanuli (Protap).
"Apa pun aspirasi rakyat, kita bahas di dewan. Tidak ada yang dibiarkan begitu saja, termasuk pemekaran Protap. Tetapi jangan memaksakan kehendak dengan melakukan pemukulan terhadap ketua dewan. Ini sudah pidana," kata Hanafiah.
Kerusuhan di DPRD Sumatera Utara, menyebabkan Ketua DPRD Sumut Aziz Angkat meninggal dunia. Korban meninggal di RS setelah dikeroyok massa yang sedang berunjukrasa menuntut pemekaran Provinsi Tapanuli (Protap). (rul/djo)











































