Petinggi negeri Yahudi itu juga menolak negosiasi dengan Hamas. "Teror harus dilawan dengan kekuatan dan banyak-banyak kekuatan," cetus Livni.
"Karena itu kami akan menyerang Hamas," imbuhnya seperti dilansir Reuters, Selasa (3/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Livni tersebut disampaikan seiring bertemunya delegasi Hamas dengan para mediator Mesir di Kairo, Mesir. Pertemuan itu untuk membahas gencatan senjata jangka panjang dengan Israel.
Sebelumnya pada Senin, 2 Februari, misil Israel menghantam sebuah mobil di Kota Rafah hingga menewaskan seorang militan Palestina. Menurut militer Israel, target serangan itu adalah sebuah mobil yang mengangkut beberapa militan yang menembakkan mortir ke Israel.
Pejabat-pejabat Palestina menyatakan, seorang militan dalam mobil tersebut tewas akibat serangan tersebut. Seorang militan lainnya dan dua orang yang kebetulan berada di lokasi mengalami luka-luka.
Beberapa jam sebelumnya, pesawat-pesawat tempur Israel membombardir perbatasan Gaza-Mesir. Serangan itu untuk menghancurkan terowongan-terowongan yang diduga digunakan Hamas untuk menyelundupkan senjata. (ita/iy)










































