"Kalau banjir setiap tahun kita sudah antisipasi dengan menyiapkan beberapa
prasarana yang cukup baik," ujar Dirjen Perkeretaapian Dephub Wendi Aritenang usai membuka acara Workshop Pemangku Kepentingan Perkeretaapian Nasional 2009, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2009).
Wendi menerangkan, prasarana yang telah disiapkan berupa bahan-bahan material dan tim pembantu. Tim ini siap bekerja 24 jam di titik-titik rawan banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gangguan akibat banjir, lanjut Wendi, biasanya menyebabkan rel menjadi terapung. Air yang menggenangi bantalan rel akhirnya menggerus permukaan dasar rel. Karena hal ini kereta tidak bisa melaju diatasnya.
"Biasanya kita cepat mengatasi hanya dalam hitungan jam, kecuali kalau relnya panjang dan besar," imbuhnya.
Sedangkan untuk penumpang, biasanya dilakukan pemindahan melalui bis umum atau kereta api lainnya.
Saat ini Dirjen Perkeretapian telah menyiapkan sejumlah antisipasi di titik rawan banjir. Seperti daerah Banyuwangi, Bojonegoro, dan Semarang.
(ape/mad)











































