"Ada sekitar 20 orang yang tewas selama terombang-ambing di laut," ujar petugas Patroli Angkatan Laut Letnan Tedi, seperti dikutip AFP, Selasa (3/2/2009).
Menurut Tedi, 198 manusia perahu tersebut adalah suku muslim Rohingya yang beragama Islam. Mereka mengaku telah dibuang ke laut oleh pihak keamanan Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suku Rohingya tersebut meninggalkan kampung halaman mereka di Arakan, sebuah distrik di wilayah barat Myanmar. Mereka melakukan migrasi karena merasa terpinggirkan oleh kaum mayoritas Buddha di sana.
Sedikitnya 1.000 warga suku Rohingya yang telah dibuang oleh pihak militer Thailand dalam beberapa minggu terakhir. Namun hanya 650 orang yang ditemukan di perairan Indonesia dan India, sisanya tewas ditelan lautan.
"Komunikasi masih sulit, karena mereka tidak bisa berbahasa Inggris," kata Tedi.
Sebelumnya Departemen Luar Negeri (Deplu) RI juga menyatakan adanya 190 manusia perahu asal suku Rohingya yang terdampar di Sabang pada 7 Januari lalu. Migrasi ratusan warga perbatasan Bangladesh-Myanmar tersebut disinyalir karena motif ekonomi. (mad/nrl)











































