Keluarga mahasiswa yang hilang tersebut datang secara bergelombang dengan belasan kendaraan pribadi mulai pukul 09.30 WIB, Selasa (3/2/2009). Begitu sampai, mereka langsung masuk ke dalam posko yang berada di dalam sebuah rumah.
Farini, ibunda Dimas Hertanto, terlihat sangat khawatir dan sedih. Dia mengaku baru mengetahui anaknya hilang di Gunung Salak dari pemberitaan di TV pada Senin 2 Februari malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Farini, dia terakhir kontak dengan anaknya melalui telepon pada Sabtu 31 Januari. Saat itu anaknya mengaku masih berada di kampus dan akan berangkat mendaki Gunung Salak.
Seperti diketahui, 6 orang mahasiwa dan 1 alumni Yarsi hilang di Gunung Salak setelah melakukan pendakian pada Sabtu lalu. Mereka diduga masuk ke kawasan Gunung Salak melalui jalur pendakian yang tidak resmi. Sebab jalur pendakian resmi di Cidahu ditutup sementara karena cuaca buruk.
Dari ketujuh orang tersebut, baru satu orang yang ditemukan oleh Tim SAR dalam keadaan selamat yakni Trias Mujahid. Namun demikian, Trias belum bisa dievakuasi karena cuaca buruk. (djo/nrl)











































