Sejumlah kasus pembajakan diakhiri dengan mengabulkan permintaan pembajak yaitu pembayaran tebusan. Sebagaimana lazimnya "proyek panas", tebusan yang cukup besar itu kadang memicu pertikaian sesama pembajak.
Baru-baru ini polisi di Garowe, negara bagian Puntland, memenjarakan dua bajak laut yang membunuh dua teman mereka setelah bertengkar tentang uang tebusan yang mereka dapatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua penembak itu lalu kabur dengan membawa uang hasil tebusan dengan kendaraan korban. Namun mereka dibekuk polisi ketika melewati pos pemeriksaan di luar Kota Garowe.
Kapal-kapal yang melintasi Teluk Aden terus mendapat ancaman dari bajak laut Somalia yang dengan bebas berkelana di perairan itu. Lebih dari 100 serangan dilakukan oleh perompak bersenjata berat.
Pasukan koalisi AS, Denmark, Rusia dan Italia dan negara-negara lain bekerjasama memonitor perairan yang menyambung ke Laut India, Terusan Suez dan Laut Mediterania itu.
Kasus pembajakan terbaru menimpa kapal tanker gas Jerman, MV Longchamp akhir pekan lalu. Pembajak meminta tebusan 6 juta dolar untuk melepaskan kapal beserta 13 krunya itu. Satu di antara kru itu warga Indonesia. Kasus sebelumnya, 11 ABK asal indonesia juga disandera dan belum diketahui nasibnya hingga kini. (nrl/mad)











































